Anda pemalu? Baca tips ini!

Anda memiliki rasa malu? Sudah pasti Anda memilikinya, hanya yang membedakan setiap orang adalah tingkat rasa malu yang berbeda-beda. Ini mungkin bisa menjadi jawaban dan menjadi solusi bagi Anda yang ingin mengatasi rasa malu. Terdenger sepele, tapi ini menjadi hal kunci dalam meniti karier Anda.

Orang-orang yang memiliki sifat pemalu, secara naluri dalam dirinya menyadari bahwa dirinya kurang dibandingkan orang lain. Bagi Anda yang memiliki tingkat rasa malu yang tinggi, mari segera kurangi rasa malu Anda. Karena sifat pemalu bisa membawa banyak kerugian kepada Anda. Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial.

Tapi bagi Anda yang memiliki sifat malu yang tinggi, tak perlu berkecil hati, karena pada dasarnya ada banyak cara untuk mengusir jauh-jauh sifat yang merugikan ini. Sebenarnya, formula dari rasa malu terdiri dari ‘terlalu berpusat pada diri sendiri’ dicampur dengan rasa gugup.

Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial. Untuk mengatasi rasa malu ini, yang Anda butuhkan adalah belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Dibutuhkan usaha untuk mengarahkan diri Anda jauh dari terlalu berpusat pada diri sendiri, serta memberi diri Anda ruang untuk mempraktikkan kemampuan bercakap-cakap dengan orang lain.

Untuk memulai mengurangi rasa malu, bagi Anda yang pemalu, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat Anda praktekan.

1.Pikirkan tentang cara Anda merasa nyaman layaknya Anda berada di sekitar orang-orang yang telah Anda kenal, dengan begitu Anda bisa bertindak dan bersikap lebih spontan. Dalam situasi bertemu dengan orang yang baru Anda kenal, jangan biarkan rasa percaya diri Anda memudar. Cobalah untuk tidak minder, tetap bersikap tenang dan senyuman mungkin bisa menjadi senjata ampuh bagi Anda ditambah dengan sapaan-sapaan ramah.

2. Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melakukan perbicangan dengan orang banyak, tapi hindari seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata apa yang akan Anda keluarkan dari mulut Anda sendiri dan perasaan Anda. Selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri biasanya, tarik nafas dalam-dalam untuk beberapa kali akan meredakan perasaan itu.

3. Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Seperti; kondisi cuaca pada hari ini, kondisi jalanan yang Anda atau mereka lewati, dll. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Hindari mengajukan pertanyaan yang memungkinkan jawabannya hanya ya atau tidak.

4. Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan betapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda.

5. Berhentilah memikirkan ‘segalanya atau bukan apa-apa.’ Pemikiran ‘pasti begini/pasti begitu’ tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah ‘Anda salah’ dan ‘mereka benar,’ orang yang marah akan melihat dirinya ‘gagal’, sedang yang lain ‘berhasil.’ Jadi berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.

6. Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaan, Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.

7. Akhirnya, gunakan latihan hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rileks sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya diri saat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.

Caranya buka dengan mencari orang yang ahli hipnotis, tapi mudah dengan cara Anda berbaring ataupun duduk dengan rileks, pejamkan mata Anda. Lihat ke dalam diri Anda sendiri, perhatikan apa yang Anda harus perbaiki dari diri Anda. Tanamkan dalam hati Anda, apa aygn harus Anda lakukan. Dengan seperti itu, alam bawah sadar kita akan merekam dan semoga dengan begitu motivasi Anda untuk meningkatkan diri akan berkembang.

Nah, demikianlah tujuh kiat melawan rasa malu. Kurangi rasa malu untuk meningkatkan kualitas diri Anda. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: