Cara Cek Kadar Kolesterol di Rumah

Kolesterol atau lemak sangat penting bagi tubuh sebagai sumber tenaga dan membantu penyerapan vitamin. Namun, sifatnya akan berbaya jika kadarnya tinggi. Makanya, kamu perlu mengetahui cara cek kadar kolesterol.

Kini, selain di rumah sakit, klinik , maupun puskesmas, cara cek kadar kolesterol bisa dilakukan di rumah. Caranya cukup mudah dan menghemat waktumu.

Bahaya Kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan tubuh berisiko terkena penyakit kronis. Sebut saja seperti penyakit jantung koroner, pembuluh darah tersumbat, stroke, atau serangan jantung.

  • Kolesterol dikatakan normal jika kadarnya berada dalam skala berikut ini:
  • HDL atau kolesterol baik: lebih dari 50 mg/dL (semakin tinggi semakin baik)
  • LDL atau kolesterol jahat: 70-30 mg/dL (jika angka semakin rendah, semakin menurunkan risiko penyakit kronis)
  • Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL (semakin rendah semakin baik)
  • Trigliserida: kurang dari 150 mg/dL (semakin rendah jumlahnya, semakin baik).

Sementara itu, kolesterol dikatakan tinggi apabila berada di angka LDL yang lebih dari 190 mg/dL, atau kolesterol total yang lebih dari 240 mg/dL.

Waspada Potensi Terkena Kolesterol Tinggi

Siapapun tentu berisiko memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Terutama bagi mereka yang tak menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Kolesterol tinggi juga bisa terjadi karena faktor keturunan.

Penyebab kadar kolesterol tinggi adalah karena mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan. Lemak jahat atau LDL biasanya didapat dari makanan yang digoreng dalam waktu yang lama atau menggunakan minyak yang dipakai berulang.

Kini, makanan seperti itu seolah menjadi makanan sehari-hari yang kita konsumsi. Misalnya saja seperti junk food, makanan instan yang siap saji, dan lain sebagainya. Akibatnya, banyak orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, kemudian tinggi kolesterol.

Penyebab kolesterol tinggi lainnya adalah faktor usia yang menyebabkan metabolisme tubuh menurun. Sehingga tubuh sulit membakar lemak secara maksimal.

Pada beberapa riset akhir-akhir ini, kolesterol tinggi semakin berisiko dimiliki oleh orang yang usianya masih muda.

Cara cek kadar kolesterol harus kamu lakukan secara rutin. Untuk pria, disarankan melakukan pengecekan pada usia 20 tahun sampai 35 tahun. Sedangkan wanita lebih baik mulai mengecek di usia 20 tahun sampai 45 tahun.

Lakukan pengecekan 5 tahun sekali jika kadar kolesterolmu normal. Namun, untuk kamu yang mengalami kenaikan berat badan, memiliki riwayat diabetes, riwayat penyakit ginjal, penyakit jantung, serta berbagai penyakit kronis lainnya, kamu harus melakukan pemeriksaan kolesterol darah lebih sering, ya.

Cara Mencegah Kolesterol Tinggi

Cara untuk mencegah kolesterol tinggi bisa kamu lakukan, di antaranya meliputi:

  • Gaya hidup yang sehat dengan menghindari rokok dan alkohol.
  • Perbanyak makan sayur dan buah. Terutama makanan penurun kolesterol seperti oat, kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, teh, dan lannya.
  • Kurangi makanan yang digoreng terlalu lama dengan minyak yang dipakai berulang. Seperti gorengan, makanan cepat saji, kemudian telur, seafood, jeroan, dan daging bebek.
  • Olahraga rutin setidaknya dengan akumulasi durasi 150 menit seminggu.
  • Minum suplemen jika dibutuhkan sesuai saran dokter.

Cara Cek Kadar Kolesterol

Cara Cek Kadar Kolesterol Dengan Menyimak Kondisi Fisik

Kamu bisa mendeteksi dengan cara cek kadar kolesterol yang menyimak gejala pada kondisi fisik tertentu, misalnya seperti:

  • Sakit pada kaki karena saluran arteri yang tersumbat oleh kolesterol.
  • Sakit dan pegal pada kaki yang dirasakan cukup sering.
  • Muncul lingkaran seperti cincin berwarna abu-abu atau putih di sekitar kornea mata.
  • Luka sulit sembuh.
  • Perubahan warna kuku dan kulit.
  • Telapak kaki terasa dingin.
  • Kram kaki pada malam hari, merasakan kesemutan, dan pegal pada pundak dan tengkuk.
  • Merasa gerah saat tidur di suhu ruangan 25 derajat Celsius.

Cara Cek Kadar Kolesterol di Rumah

Cara cek kadar kolesterol di rumah yakni dengan membeli alat pengukur. Ada dua alat cek kadar kolesterol yang tersedia, sebagai berikut:

1. Strip Pengukur Kolesterol

Strip khusus ini bisa kamu beli di apotek. Kamu akan mendapatkan strip yang mengandung zat kimiawi, alat berisi jarum penusuk (lancet), dan cairan pendeteksi kadar kolesterol.

Cara cek kadar kolesterol dengan strip ini adalah dengan membersihkan jari dengan alkohol, lalu tusukkan lancet ke salah satu jari, kemudian tekan sedikit jari agar darah sampel keluar.

Teteskan darah yang keluar ke atas strip tersebut. Letakkan strip ke wadah yang sudah berisi cairan pendeteksi. Cairan akan berubah warna sesuai kadar kolesterol. Kamu bisa mengetahui cara penggunaan lengkapnya di kemasan alat tersebut.

2. Alat Pengukur Kolesterol Digital

Alat ini bisa menunjukkan hasil dalam hitungan menit. Namun, sama dengan strip, hasilnya kurang rinci karena tak menampilkan kadar LDL dan HDL. Kamu bisa membelinya di apotek dengan merk Autocheck, Nesco MultiCheck, Easy Touch, dan lain sebagainya.

Bentuknya kotak kecil seperti remote dengan layar yang menampilkan angka kadar kolesterol. Lalu dilengkapi dengan strip khusus dan lancet untuk mengeluarkan sampel darah saat melakukan pengukuran. Selain itu, alat ini juga biasanya bisa digunakan untuk mengukur gula darah, dan asam urat.

Cara cek kadar kolesterol di rumah dengan membersihkan jari yang akan ditusuk dengan alkohol. Tusuk lancet ke jari yang kamu pilih, dan jarum akan menusuk sebanyak satu kali dan otomatis langsung tercabut.

Kemudian, pencet sedikit jarimu agar sampel darah keluar. Teteskan darah ke strip, lalu strip dimasukkan ke alat pengukur. Alat pengukur akan menunjukkan kadar kolesterol dalam bentuk angka yang cukup jelas. Harga alat pengukur kolesterol ini dijual mulai dari Rp 130 ribu hingga Rp 350 ribu.

Meskipun cukup mudah, cara cek kadar kolesterol ini terbilang kurang rinci. Sehingga kamu dianjurkan mengeceknya ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan lainnya.

Cara Cek Kadar Kolesterol di Rumah Sakit

Di rumah sakit, proses cara cek kadar kolesterol adalah dengan pengambilan sampel darah dengan cara menyedot darah dengan suntikan. Sampel ini akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti dengan mikroskop dan cairan khusus.

Proses ini memakan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam. Ada beberapa dokter yang menyarankan pasien untuk puasa selama 9-12 jam sebelum tes.

Oleh : Vera Khairifah | CekAja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: