Wednesday, 08 September 2010

Advertisement


Visitors by Country
Totals Top 5
 81 % Indonesia
 13 % United States
 2 % Malaysia
 < 1.0 % Unknown
 < 1.0 % Norway
 
Berita arrow Majalah Support arrow Edisi 74 arrow Depkes : Obat ARV untuk Anak Semoga Ada Menjelang 2009
 
 
Depkes : Obat ARV untuk Anak Semoga Ada Menjelang 2009 PDF Cetak E-mail
dr sigit
dr. Sigit Priohutomo, MPH
Jika ada anak gizi buruk, OMP (keluar cairan dari kuping), infeksi paru-paru, atau  infeksi berulang dan tidak kunjung sembuh, kita  perlu curiga. Akhir-akhir ini penyakit anak seperti itu banyak ditangani pihak RS Cipto Mangunkusumo. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata anak tersebut HIV positif. Bagaimana penanganannya?    
 
Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan mengaku, perbedaan  Odha dewasa dengan anak-anak hanya pada tingkatan klinis (penanganan), sedangkan untuk semua kebijakan berlaku sama. Menjadi kewajiban pemerintah untuk menangani anak HIV positif.
 
Menurut Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual Depkes, dr Sigit Priohutomo, MPH, sampai saat ini obat yang diberikan kepada anak HIV positif adalah ARV orang dewasa yang diracik sesuai ukuran anak-anak. “Sementara yang ada begitu, kita pakai saja,” ujarnya.

Diakui Sigit, anak-anak bukan orang dewasa kecil. Mereka pun punya metabolisme, serta efek samping dari obat tersebut. Memang obat yang diberikan harus berbeda. Pemerintah saat ini sedang mengembangkan pedoman-pedomannya. Celakanya, pemerintah tidak bisa sekarang minta, lalu langsung ada. Harus direncanakan satu tahun ke depan. Sedangkan anak-anak yang terinfeksi HIV mengalami peningkatan.

“Pemerintah berencana menyediakan ARV kemasan anak-anak. Dananya sudah ada, plus bantuan dari negara donor. Saya berharap, pemerintah dan para  dokter terkait dapat berkumpul, mendiskusikan ARV anak seperti apa yang dibutuhkan dan harus dibeli. Untuk itu pemerintah sangat mengharapkan ide-ide para ahli. Sehingga menjelang tahun 2009, kita sudah siapkan. Obat itu  benar-benar yang diperlukan untuk public health,” kata Sigit menjelaskan.
    
Sudah Ada Pelatihan

Selain masalah obat, kesiapan rumah sakit pemerintah dalam menanggani anak positif HIV masih dipertanyakan. “Kebijakan pemerintah untuk orang miskin tidak memandang apakah mereka pengidap HIV atau TB. Kalau orang tua anak tersebut kaya, ia tetap harus membayar. Sedangkan untuk masalah klinis sudah ada pelatihannya.
 
Banyak juga dokter spesialis yang belajar secara otodidak dalam menanggani anak positif. Para spesialis tinggal memberikan masukan kepada kita apa yang dibutuhkan di lapangan. Nantinya akan kita rangkum, jika mungkin ada dibelikan. Uang sudah dialokasikan, sedangkan yang tahu kebutuhan di lapangan adalah bagian klinis,” ujar Sigit berusaha menjawab keraguan tersebut.

Jika masalah obat dan kesiapan rumah sakit pemerintah, dalam menanggani anak positif HIV telah ada solusinya, bagaimana dengan mereka yang menjadi yatim piatu? Sigit memberi tanggapan, kalau masyarakat menggiring sampai sejauh itu, berarti kita mendiskriminasikan Odha. Padahal pengidap HIV sama dengan penderita TB Paru.
 
Alangkah baiknya jika yang mengurus anak positif HIV masih keluarga dekat mereka. Memang belakangan ini jumlah anak positif HIV meningkat, 50 persen dari anak yang lahir sudah dalam kondisi HIV. Usia hidup mereka tidak sampai dua tahun, sedangkan yang bertahan sampai usia lima tahun sangat sedikit sekali. Diperkirakan sekitar 3000 anak pertahun lahir dengan kondisi positif HIV di Indonesia, 50 persen diantaranya meninggal sebelum usia satu tahun.

Pada tahun 2004, jika ada empat anak menderita gizi buruk, satu diantaranya pasti positif HIV. Di tahun 2007, jika ada empat anak menderita gizi buruk, sudah dapat dipastikan semuanya HIV. Kasus seperti ini banyak terjadi di propinsi Jakarta dan Papua. Kita berharap komitmen yang tinggi dari pemerintah untuk penyediaan ARV bagi anak-anak, juga peningkatan kapasitas tenaga medis di lapangan. Sehingga tidak semakin banyak anak-anak yang meninggal secara sia-sia.(Khairina)  
    



 
< Sebelumnya
 
Newsflash
Untuk pesan dan saran silahkan isi Buku Tamu
 
Who's Online
Saat ini ada 8 tamu online


Daku


YPIParung


Advertisement




Statistics
OS: Linux s
PHP: 5.2.12
MySQL: 5.0.91-community
Waktu: 22:15
Caching: Enabled
GZIP: Disabled
Anggota: 16
Berita: 68
Pranala: 5
Pengunjung: 247182