Thursday, 09 September 2010

Advertisement


Visitors by Country
Totals Top 5
 81 % Indonesia
 13 % United States
 2 % Malaysia
 < 1.0 % Unknown
 < 1.0 % Norway
 
Berita arrow Majalah Support arrow Edisi 74 arrow Bincang-bincang arrow Nurul Arifin:Artis dan Aktivis Peduli AIDS
 
 
Nurul Arifin:Artis dan Aktivis Peduli AIDS PDF Cetak E-mail
Nurul Arifin
Nurul Arifin
Kepedulian Nurul Arifin terhadap permasalahan HIV dan AIDS sudah tidak diragukan lagi. Perempuan kelahiran Bandung, 18 Juli 1966 ini aktif memberikan ceramah tentang pencegahan HIV dan AIDS ke berbagai daerah di Indonesia hingga ke Merauke, Papua.

Sekitar 10 tahun lalu, namanya mulai mencuat sebagai aktivis HIV dan AIDS setelah membintangi sinetron 13 episode ”Kupu-Kupu Ungu” karya Nano Riantiarno sebagai Dokter Halimah.  Lulusan Ilmu Politik FISIP UI ini cukup aktif menjadi relawan di Yayasan Pelita Ilmu. Dalam beberapa kali Konser Musik Peduli AIDS di Pasar Seni Ancol yang digelar YPI, tak segan-segan Nurul tampil menjadi pembawa acara, ikut talkshow HIV dan AIDS di atas panggung, serta menjadi pemandu kuis interaktif dengan para penonton. Maka, tak salah jika ibu dua anak ini terpilih sebagai penerima YPI Award tahun 1999.

Di akhir tahun 2007 lalu, Nurul langsung terjun dalam tim kepanitiaan Hari AIDS se-Dunia YPI. Ia menggandeng artis Krisna Mukti dan penyanyi dangdut Renzi Milano untuk menghibur ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bekasi sambil menyampaikan pesan-pesan peduli AIDS. Selanjutnya, Nurul ikut bekerja keras mensukseskan acara Nada dan Donasi (NADI) bagi Perempuan dan Anak HIV Positif di Auditorium Perpustakaan Nasional, Salemba.
 
Tak hanya mengontak para artis pengisi acara, namun suami Mayong Suryolaksano ini juga ikut menyebarkan tiket undangan ke berbagai kalangan. Bahkan untuk menggalang dana, Nurul mengajak Prof. Samsuridjal (pembina YPI) untuk melelang puisi karya Taufik Ismail yang telah dibacakan malam itu. Akhirnya, syair puisi tentang narkoba dalam bingkai lukisan tersebut berhasil dibeli seharga sepuluh juta rupiah oleh beberapa penonton, termasuk mantan menteri Bapak Syaifullah Yusuf.  Seusai acara, dengan semangat Nurul mengajak teman-teman YPI  untuk menggelar kembali acara NADI yang lebih sukses di tahun-tahun mendatang.

Jender, Politik, HIV dan AIDS

Nurul menaruh perhatian serius pula terhadap masalah ketimpangan jender, penanggulangan narkoba, serta peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak. Aktivis Partai Golkar berpendapat bahwa ketimpangan jender tidak hanya berpangkal pada persoalan sosial budaya, tetapi juga karena faktor struktural. Karena laki-laki sebagai mayoritas pemegang kekuasaan belum memiliki sensitivitas jender. Masyarakat masih kuat berpegang pada tradisi patrilineal, tradisi yang berorientasi pada kaum laki-laki. Tak heran untuk bidang politik, jarang sekali ditemukan perempuan yang ikut terlibat.

Seperti yang dilansir pada situs nurularifin.com, terdapat tujuh buah program HIV dan AIDS yang diperjuangkan Nurul Arifin dalam kancah politik, yaitu:
1) Perlunya mendukung pembentukan kelompok dukungan (support group) di tingkat lokal dan wilayah;
2) Peningkatan ketersediaan layanan dan tenaga kesehatan yang bersahabat dengan orang HIV positif;
3) Pemberdayaan dan kesempatan bagi orang HIV positif untuk dapat bekerja dan berpenghidupan yang layak. Hak orang HIV positif untuk memperoleh pekerjaan agar dilindungi;
4) Mendorong adanya keterlibatan orang HIV positif secara bermakna di dalam setiap tahapan pembuatan (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi), serta memberikan keterampilan agar orang HIV positif bisa memenuhi peran tersebut dengan nyata;
5) Upaya penanggulangan AIDS harus dilakukan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia sehingga perlindungan dan penegakan hak asasi manusia untuk orang HIV positif perlu ditingkatkan;
6) Pemerolehan obat-obatan antiretroviral dan obat-obatan untuk infeksi oportunistik dengan standar yang baik dan harga terjangkau perlu segera ditingkatkan dan lebih merata;
7) Hak orang HIV positif untuk mempunyai keturunan agar dilindungi dan segala upaya dilaksanakan agar bisa dilakukan dengan cara yang paling aman untuk ibu dan bayi.


Karir :

  • Gadis Logo, 1982
  • Ratu Disco Bandung, 1984
  • Nominasi Citra sebagai artis terbaik 1987 dalam film 'Naga Bonar'
  • Nominasi Citra sebagai artis terbaik 1988 dalam film ’Istana Kecantikan’
  • Nominasi Citra sebagai pemeran pembantu 1989 dalam film ' Pacar Ketinggalan Kereta'
  • Nominasi Citra sebagai artis terbaik 1990 dalam film 'Dua dari Tiga Laki-Laki'
  • Nominasi Citra sebagai artis terbaik 1992 dalam film 'Catatan Si Emon'
  • Artis terlaris 1989

 
 
Newsflash
Untuk pesan dan saran silahkan isi Buku Tamu
 
Who's Online
Saat ini ada 4 tamu online


Daku


YPIParung


Advertisement




Statistics
OS: Linux s
PHP: 5.2.12
MySQL: 5.0.91-community
Waktu: 16:53
Caching: Enabled
GZIP: Disabled
Anggota: 16
Berita: 68
Pranala: 5
Pengunjung: 247325