Koperasi “Digital” Pelita Desa ‘Menggebrak’ HARKOPNAS-72 Kab. Bogor

Koperasi Pelita Desa hadir dengan konsep digitalisasi pada Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 tingkat wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2019 yang digelar dengan berbagai macam kegiatan. Mulai dari perlombaan hingga pameran produk, dilaksanakan pada 1 – 3 Agustus 2019, bertempat di Lapangan Badak Putih, Cariu, Kab. Bogor, Jawa Barat.

Konsep Koperasi Pelita Desa ini sesuai dengan penyataan Bupati Bogor, Hj. Ade Munawaroh Yasin, SH, MH yang menyampaikan, bahwa koperasi harus bisa bertransformasi dengan era revolusi digital 4.0. Tujuannya kata dia, adalah untuk merespon kebutuhan pasar yang semakin kompetitif dan praktis. “Koperasi harus mendorong dirinya untuk merambah ke e – commerce sebagai strategi pengembangan pasar. Misalnya dengan menjalin kemitraan bersama Bukalapak, Tokopedia, Lazada atau sejenisnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, peralihan ini harus segera dimulai, jika koperasi ingin terus bertahan di tengah arus informasi yang begitu cepat. Bahkan Imbuh dia, reformasi total harus dilakukan, sebagaimana tema puncak Hari Koperasi Nasional ke-72 di Purwokerto, Banyumas yakni Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0″.

Kegiatan Harkopnas ke-72 tersebut, selain menyertakan 15 koperasi berbasis UKM, yang salah satu pesertanya adalah koperasi PELITA DESA, juga terdapat 7 Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Pemkab Bogor. Sedangkan lomba-lomba yang dipertandingkan adalah lomba Mewarnai, Paskibraka, Cerdas Cermat Koperasi. Selain itu juga ada lomba (Go Talent), seperti Seni Bela Diri, Silat, Taekondo, Dance Modern, maupun Klasik, Menyanyi, Menari, Drama, Kasidah Modern, dan Dai Cilik.

Hadir pada penutupan Harkopnas ke-72 tingkat Kabupaten Bogor, antara lain Drs. Ronny Sukmana, M.Si (Kepala Dinaskop UKM), Drg. Mike Kaltarina, MARS. (Kepala Dinas Kesehatan), H. Nana Sukmana, SP. (Ketua Dekopinda Kabupaten Bogor), pejabat dan instansi terkait, Kapolsek, Koramil, Camat Cariu, masyarakat dan gerakan koperasi se Kabupaten Bogor.

Koperasi Pelita Desa kali ini hadir dengan mengusung konsep digitalisasi pelayanan dan pengembangan potensi desa, demi untuk menuju kemandirian dan pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat desa. Berbagai kegiatan yang telah dan sedang dikerjakan oleh Koperasi Pelita Desa ditampilkan dalam acara kali ini. Mulai dari kegiatan Wisata Outbound, Wedding Organizer & Tata Rias Pengantin, Kegiatan Kelas Motivasi dan Mentoring Bisnis Online “LUMBUNG”, Kegiatan PKBM Pelita Desa berbasis Online, Usaha Perikanan dan Pertanian, Kegiatan Kursus Komputer Gratis, Kegiatan Pembangunan RAISER GRIYA MINAKU, produk cemilan khas desa, dll.

Tidak hanya itu, selama 3 hari acara, Koperasi Pelita Desa juga mengadakan berbagai kegiatan menarik antara lain : Presentasi “Raiser Griya Minaku” untuk pemberdayaan masyarakat khususnya para peternak Ikan hias lokal, lalu ada juga diskusi “menciptakan peluang usaha dengan bisnis online” yang dipandu oleh mentor dari LUMBUNG. Lanjut dengan ngobrol santai seputar tata boga dimana pengunjung bisa menikmati bakso lezat yang disajikan para chef dari Koperasi Pelita Desa. Nah, ada juga demo tata rias pengantin, lalu ada pula diskusi mengenai perkembangan platform dalam industri 4.0, Presentasi seputar wisata outbound pelita desa, diskusi seputar dunia perikanan dan pertanian, serta berbagai kegiatan fun games dengan anak-anak yatim di Cariu.

Berbagai respon positif ditunjukkan oleh semua orang yang mengunjungi Stand Koperasi Pelita Desa, antara lain Drs. Ronny Sukmana, M.Si (Kepala Dinaskop UKM) yang menghimbau koperasi-koperasi dan dinas koperasi untuk melihat digitalisasi yang telah diterapkan oleh Koperasi Pelita Desa. Saat beliau sempat mengisi buku tamu koperasi Pelita Desa versi digital melalui Layar TV LED Touchscreen, tampak antusiasme beliau dan meminta Pelita Desa dapat menularkan konsep digitalisasi yang dimilikinya kepada koperasi-koperasi lain.

Ke depan, Koperasi Pelita Desa akan lebih memaksimalkan penggunaan teknologi dalam setiap aktivitas kegiatannya serta melakukan edukasi secara persuasif, khususnya kepada masyarakat desa tentang pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan, khususnya dalam mengembangkan usaha lokal dan UKM, dimana remaja desa dapat ikut serta berperan aktif melakukan edukasi digitalisasi di lingkungannya masing-masing.

(wan)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: