Lakukan Hal Ini agar Tetap Sehat meski Mengidap HIV/AIDS

Sebentar lagi, 1 Desember, diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. AIDS diketahui sebagai satu penyakit yang ditakuti karena bisa mengancam nyawa. Berdasarkan data dari lembaga dunia yang mengatasi AIDS, UNAIDS, pada 2017 tercatat 36,9 juta penduduk dunia menderita HIV/AIDS. Sebanyak 940.000 di antaranya berujung pada kematian. Namun, bukan berarti penderita HIV/AIDS akan berujung buruk. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk tetap sehat meskipun terdapat HIV di dalam tubuh seseorang.

Berdasarkan saran yang diberikan oleh organisasi anti HIV/AIDS, Avert, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh penderita agar dapat bertahan hidup dalam keadaan yang sehat.

1. Perawatan antiretroviral rutin

Pengidap HIV sangat dianjurkan untuk menjalani perawatan antiretroviral secara rutin. Perawatan ini adalah perawatan khusus yang ditujukan bagi penderita yang terinfeksi retrovirus, terutama HIV. Obat yang digunakan dalam perawatan ini akan berbeda tergantung pada stadium yang diderita oleh penderita. Maka dari itu, sangat penting bagi siapa pun yang sudah mengetahui dirinya terjangkit HIV, untuk melakukan pemeriksaan rutin dan berkonsultasi secara aktif dengan ahli kesehatan yang mengetahui kondisinya.

Hal itu penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesehatan diri dan mendapatkan penanganan sesuai dengan stasenya. Baca juga: HIV/AIDS dalam Angka: 36,9 Juta Penderita, 25 Persen Tak Menyadarinya Pengobatan ini baik dilakukan secepat mungkin jika memungkinkan, sebelum persebaran virus semakin meluas dan membahayakan. Terapi ini akan membuat penderita mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan medis, dan pasti akan menimbulkan efek samping pada bulan-bulan pertama pemakaian. Namun, apabila efek samping itu mempengaruhi kualitas hidup yang sebelumnya ada, disarankan untuk beralih dan menukar jenis obat yang digunakan untuk penyembuhan. Pengobatan ini harus dilakukan secara rutin dan teratur. Jika tidak, maka pengobatan ini tidak akan membantu penderita mendapatkan imun yang stabil.

2. Lakukan pola hidup sehat

Jalani pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit jantung. Setelah melakukan pengobatan atau terapi secara rutin dan berkelanjutan, ada hal lain yang penting untuk dijaga, yaitu menjaga pola hidup sehat. Pola hidup sehat yang dimaksud adalah mengusahakan agar keadaan jasmani senantiasa sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga cukup, dan menghindari penggunaan alkohol juga narkotika.

Orang pengidap HIV tidak memiliki perbedaan dengan orang yang negatif HIV. Mereka sama-sama disarankan mengonsumsi makanan yang seimbang, tidak terlalu banyak lemak, gula, dan garam. Namun, untuk kondisi-kondisi tertentu misalnya memiliki alergi tertentu dan berat badan di atas atau di bawah standar harus dikonsultasikan dengan ahli gizi agar mendapatkan takaran nutrisi yang sesuai.

Selanjutnya, adalah aktif melakukan olahraga. Olahraga dapat mengencangkan otot, menjaga kekuatan tulang, dan membakar lemak. Sementara mereka yang mengidap HIV akan kehilangan masa otot dan kekuatannya, sehingga melakukan olahraga secara teratur dapat sangat membantu mencegah hal buruk terjadi. Selain itu, dengan melakukan olahraga, seseorang akan memiliki perasaan bahagia dan mengurangi risiko depresi karena pikiran terlalu fokus pada HIV yang diderita.

Kemudian menjauhi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang, karena keduanya dapat melemahkan sistem imun seseorang. Bagi penderita HIV tentu hal ini akan semakin memperburuk keadaan. Imun tubuh yang sudah rendah akan semakin memburuk dengan konsumsi alkohol dan narkotika. Mengonsumsi dua hal ini juga berarti menghambat efek dari pengobatan yang dilakukan selama ini. Obat dan terapi yang sudah dlakukan secara rutin tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan sebagaimana seharusnya.

3. Berada di lingkungan suportif

Setelah melakukan upaya maksimal dalam menjaga kesehatan jasmani, hal terakhir yang juga penting untuk didapatkan oleh penderita HIV, adalah dukungan mental dari lingkungan sekitar. Seorang yang divonis menderita suatu penyakit pasti akan mengalami satu titik dalam hidupnya saat pikiran menyerah, putus asa, dan tidak memiliki harapan memenuhi otak dan batinnya. Kondisi inilah yang mengharuskan lingkungan sekitar penderita HIV untuk bersikap suportif. Memberi dukungan secara moral dan finansial,dan yang terpenting adalah tidak menjauhinya. Penderita HIV tidak bahaya untuk diajak bergaul normal, virus itu tidak akan menular begitu saja. Jadi berteman baik, bersalaman, dan berkomunikasi dengan mereka tidak akan membawa Anda dalam masalah yang sama.

Penulis : Luthfia Ayu Azanella | Editor Bayu Galih – KOMPAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: