Pelibatan Bidan Praktik Mandiri dalam Program PPIA di 5 Provinsi

Yayasan Pelita Ilmu (YPI) sejak tahun 2003 telah menjadi mitra Kemenkes RI dalam menjalankan program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) berbasis masyarakat dengan dukungan dana GFATM.

Untuk periode NFM Continuation tahun 2018-2020, YPI selaku Sub Recipent (SR) dari Principal Recipient (PR) Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI akan menjalankan program PPIA berbasis masyarakat melalui peran bidan praktik mandiri berupa penyuluhan dan tes HIV bagi ibu hamil di 5 provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kepulauan Riau).

Secara programatik YPI akan berkoordinasi erat dengan SR Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI selalu focal point PPIA nasional. Sebagai rangkaian program tersebut, dilaksanakan Orientasi bagi Fasilitator Pelibatan Bidan Praktik Mandiri dalam Program PPIA pada tanggal 14-16 Maret 2018 di Jakarta. Peserta sebanyak 15 orang, tiap provinsi diwakili 3 peserta dari Dinkes, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan LSM Mitra YPI (PKBI Jabar; PKBI Kota Semarang; Yayasan Kertipraja Bali; Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda – Batam Kepri; dan Sanggar Kerja YPI Jakarta).

Materi yang diberikan:

1) “Kebijakan Nasional Eliminasi HIV, Sifilis dan Hepatitis B pada Ibu Hamil” oleh dr. Endang Budi Hastuti, MPH (Kepala Subdit HIV-AIDS dan PIMS Kemenkes RI);

2) “Kebijakan PPIA Terintegrasi Layanan KIA melalui Pelibatan Bidan Praktek Mandiri” oleh dr. Lukas C Hermawan, MKes (Kepala Subdit Bina Kesehatan Ibu Hamil Kemenkes RI) diwakili dr. Mularsih Setianingrum;

3) “Kehamilan Sehat dan Pengurangan Risiko Penularan HIV dari Ibu ke Bayi” oleh dr. Yudhianto Budi Saroyo, SpOG (K) UPT HIV RSCM;

4) “Penerapan Tes dan Konseling HIV Terintegrasi di Sarana Kesehatan (PITC)” oleh Elly Hotnida Gultom, SKep, NS (Pengurus Pusat PKVHI);

5) “Situasi dan Kesiapan Bidan Praktek Mandiri dalam Upaya PPIA di 5 Provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepri dan Bali)” oleh Dr. Emi Nurjasmi, MKes (Ketua IBI Pusat);

6) “Penggalian Risiko Penularan HIV pada Ibu Hamil” oleh Tika Surya Atmaja (Pelatih dan Praktisi Konselor Nasional);

7) “Bentuk Implementasi Program PPIA Berbasis Masyarakat melalui Peran Bidan Praktek Mandiri berupa penyuluhan dan tes HIV bagi ibu hamil Tahun 2018 – 2020″ oleh Husein Habsyi, SKM, MHComm (Tim Nasional PPIA YPI).

Selanjutnya, peserta akan mengadakan kegiatan orientasi bagi 20 bidan praktek mandiri di provinsinya masing-masing. Selama periode 3 tahun, para bidan tersebut akan mengadakan penyuluhan HIV-AIDS, PPIA serta merujuk ibu hamil untuk melaksanakan tes HIV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: