Peningkatan Minat Bertani Pada Anak dan Remaja

Di tengah usaha pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan, ternyata lahan pertanian menyusut dan minat anak dan remaja untuk menjadi petani menurun. Petani tergambar sebagai pekerjaan yang menguras tenaga, penghasilannya rendah dan tak dihargai.

Kita punya lagu pahlawan tanpa tanda jasa untuk guru namun sekarang penghargaan masyarakat untuk petani semaikin rendah. Mungkinkah kita meningkatkan pendapatan petani, sehingga  bertani merupa pekerjaan yang mempunyai penghasilan baik serta menyenangkan. Para petani mendapat penghargaan seperti juga profesi lainnya. Sekarang semakin disadari petani tak boleh hanya sebagai pekerja, namun harus menjadi usahawan. Jika di Jakarta ada OK OC, seharusnya di desa juga ada program serupa untuk menjadikan petani usahawan yanng berhasil.

Peningkatan Minat Bertani Pada Anak dan Remaja

Peningkatan Minat Bertani Pada Anak dan Remaja

Dukungan kebijakan pemerintah, teknologi informasi serta teknologi pertanian dan pangan akan dapat meningkatkan pendapatan petani. Kami termasuk kelompok yang yakin pada tahuin 2030 nanti sebagian desa Indonesia akan menyusul pembangunan kota serta pendapatan petani akan meningkat tajam. Petani tidak boleh hanya dituntut menghasilkan hasil tani untuk orang kota, namun mereka harus diberi penghasilan yang menanjikan sehingga akan cukup banyak anak dan remaja memilih bidang pertanian dalam karier mereka.

Taiwan dapat dijadikan contoh bagaimana desa dapat maju serta petani mereka dapat makmur. Untuk itu perlu kebijakan pemerintah yang jelas berpihak pada petani. Tanah petani tak boleh serta merta dijadikan tanah pemukiman tanpa perhitungan yang matang.

Peningkatan Minat Bertani Pada Anak dan Remaja

Langkah pertama yang harus dimulai adalah memperkenalkan usaha tani kepada anak-anak dan remaja utamanya anak-anak dan remaja kota. Kita berharap perkenalan tersebut dapat menumbuhkan minta bahkan menumbuhkan kecintaan pada bidang pertanian. Pertanian kita membutuhkan teknologi pertanian dan agro teknologi. Selanjutnya juga dibutuhkan teknologi pangan. Semuanya itu bagi sebagian besar anak dan remaja kota merupakan profesi yang kurang dikenal. Kesempatan untuk memperkenalkan bidang pertanian pada anak dan remaja dapat dilaksanakan melalui wisata desa. Anak-anak dan remaja mendapat kesempatan untuk memahami jika perlu ikut bertani meski dalam waktu sepintas serta memetik hasil tani yang akan merupakan pengalaman yang menarik bagi mereka. Kita memerlukan daerah wisata yang memperkenalkan pertanian pada anak dan remaja. Pelita Desa merupakan salah satu lembaga yang akan mulai melaksanakan wisata dan pelatihan bagi anak dan remaja untuk mengenalkan pertanian.

(Samsuridjal Djauzi)

Info lebih lanjut : KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: