Tips Berpikiran Positif di Tengah Pandemi Corona

Ramainya pemberitaan tentang virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 tak ayal menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Namun rupanya, untuk menghadapi virus ini, kita perlu selalu berpikiran positif. Menurut dokter spesialis kejiwaan Dr. Andri, Sp.KJ, FACLP, berpikiran positif mampu membuat imun menjadi kuat untuk melawan virus.

“Kalau menurun maka akan mudah terinfeksi virus, maka berpikirlah postif yang baik, walaupun mungkin sulit,” ujar Dr. Andri dalam video Youtube berjudul “Tips TETAP BERPIKIR POSITIF di MASA SULIT”. Andri mengatakan, berpikir positif memang tak mudah dilakukan dalam kondisi seperti saat ini. Belum lagi, untuk pasien yang sudah menderita kecemasan atau anxiety.

Akan tetapi, berpikiran positif bisa saja dilakukan dengan menerapkan 4 hal berikut ini :

1. Batasi nonton dan konsumsi berita tentang Covid-19

Yang pertama yang perlu diperhatikan adalah perilaku. Sebisa mungkin kita harus membatasi diri untuk menonton atau membaca berita tentang update kasus virus corona di Indonesia maupun dunia.

“Mungkin habis makan siang, mungkin antara setengah jam atau satu jam, kita bisa membantu diri kita untuk mendapatkan informasi update,” ujar Andri. Sebaiknya informasi update itu bisa dari WHO dan juga bisa dari pemerintah. Saat ini pemerintah juga telah menyediakan infromasi melalui Whatsapp maupun website resmi. Hal ini dilakukan demi menghindarkan kita dari berita hoax yang akan membuat diri semakin cemas.

“Ini bisa membuat kita menetapkan batasan untuk penerimaan informasi tersbut,” kata Andri.

2. Lakukan perenungan

Selanjutnya, kita juga bisa menerapkan perenungan selama 15 menit setiap harinya. Perenungan ini bisa dilakukan di rumah seiring dengan peringatan pemerintah untuk tetap berada di rumah.

“Sisakan waktu yang panjang itu untuk merenung selama 15 menit, berdiam diri, boleh sambil merem atau sambil memperhatikan nafas,” ujar Andri. “Kemudian arahkan pikiran kita hanya kepada satu titik saja, biasanya itu pernapasan kita,” imbuhnya. Hal ini bisa dilakukan dengan berdiri ataupun duduk. Bila kamu sedang duduk, kamu bisa memusatkan perhatian pada belly button atau pusar kita. “Arahkan nafas ke sana, nafas seperti biasa saja, jadi naik turun, usahakan 10-15 menit,” ujarnya.

Lakukan ini dengan pikiran yang lepas tanpa memikirkan hal lain seperti pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, ancaman virus corona, dan lain sebagainya. “Lakukan secara umum lebih baik setiap hari, sekali dalam sehari, minimal bisa sampai dua kali. Lakukan seperti latihan,” lanjut Andri.

3. Ingat memori indah

Untuk mengurangi kecemasan, Andri juga menganjurkan kita untuk mengingat memori indah dalam hidup. “Nah daripada kita membantu diri kita dengan pemikiran negatif, maka bantu diri kita untuk mengingat hal-hal yang positif, yang berkaitan dengan hidup kita dan orang yang kita cintai,” kata Andri, Kita bisa mengingat masa yang positif saat masa-masa indah SMA maupun masa kuliah.

Memori indah bersama pasangan, atau keluarga juga bisa diingat untuk mengatasi kecemasan ini. Bila tak ada memori indah yang positif, kita bisa menciptakan memori indah baru dengan berbuat baik seperti menyumbang untuk membantu menangani virus corona di Indonesia. “Enggak usah besar-besar, diingat saja, haduh saya bisa melakukan perbuatan baik. Pikiran saya akan positif karena sudah berbuat baik,” ujarnya. Baca juga: Cara agar Tetap Positif Selama Krisis Virus Corona

4. Ingat, kita selalu punya tempat untuk bernaung

Pikiran positif juga bisa ditingkatkan dengan berpikir bahwa kita sebenarnya kita masih memiliki tempat untuk bernaung, yakni rumah. “Makannya saat kita melihat kondisi diam di rumah dan stay at home, ada baiknya teman-teman melihat rumah adalah tempat bernaung, tempat kembali dan menjadi lebih baik lagi,” ujar Andri.

Tempat bernaung juga bisa saja tentang pelukan seseorang yakni anggota keluarga kita atau pasangan kita. “Saya biasanya mengingat keluarga saya, yang paling sering saya ingat adalah istri ketika saya berada dalam kondisi yang sulit,” ujar Andri. Empat cara di atas bisa dilakukan demi membuat diri terus berpikir positif. Bila kecemasan melanda, kita juga bisa menjalin komunikasi dengan keluarga maupun teman dekat melalui media sosial maupun telepon. Kita bisa menceritakan kecemasan yang kita rasakan kepada mereka. Berbagi, dipercaya bisa mengurangi beban yang kita rasakan.

Penulis : Dian Reinis Kumampung | Editor Wisnubrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: