Tips Hidup Sehat untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatannya. Pasalnya, gejala dan risiko komplikasi penyakitnya dapat membuat ODHA lebih rentan jatuh sakit. Namun, tenang. Memiliki HIV bukan akhir dari segalanya. Ikuti tips berikut agar penderita HIV dapat senantiasa hidup sehat dan aktif menjalani rutinitas sehari-hari seperti sediakala.

Tips hidup sehat untuk ODHA

Setelah didiagnosis dengan HIV/AIDS, mungkin hidup Anda akan berubah. Namun, bukan berarti hidup dengan HIV membuat Anda tidak lagi pantas memiliki hak yang sama dengan orang yang tidak terdiagnosis.

Setiap orang dengan HIV/AIDS tetap bisa aktif mengambil peran di dalam lingkungan bermasyarakat, termasuk dengan terus beraktivitas dan bekerja dengan normal.

Rajin minum obat

Tips sehat untuk ODHA yang paling pertama adalah rajin minum obat. Penyakit HIV tidak bisa disembuhkan. Namun, penderita HIV bisa menjalani pengobatan yang ada dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain sekaligus mengendalikan gejala HIV dan risiko komplikasi.

Antriretrovirus (ART) merupakan jenis obat yang digunakan untuk penderita HIV. Pengobatan melalui ART ini dilakukan untuk memaksimalkan penekanan virus HIV dan menghentikan perkembangan penyakit HIV. Dokter menganjurkan ART untuk semua penderita AIDS dan HIV sesegera mungkin setelah diagnosis.

Sangat penting bagi para ODHA untuk rutin minum obat sesuai dengan yang resepkan oleh dokter. Pasalnya, HIV bisa berkembang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan, melewatkan satu dosis pengobatan dapat menyebabkan virus kebal alias resisten terhadap obat-obatan.

Ketika virus sudah kebal, risiko untuk penderita untuk penularan HIV ke orang lain semakin besar. Tak hanya itu, kondisi penderita AIDS dan HIV pun juga bisa semakin memburuk karena sistem imun yang semakin lemah diserang oleh berbagai virus.

Jaga pola makan sehat

Asupan makanan yang sehat dan bergizi seimbang merupakan tips sehat untuk ODHA berikutnya. Asupan makanan yang baik dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh penderita aids dan HIV, meringankan gejala, serta mencegah terjadinya komplikasi HIV.

Pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung gizi seimbang yang meliputi protein, karbohidrat, serat, lemak baik, serta vitamin dan mineral. Jangan lupa, hitung juga asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Biasanya ODHA mengalami penurunan berat badan secara drastis. Jika badan penderita HIV semakin kurus, maka semakin banyak pula kalori yang dibutuhkan.

Rutin olahraga

Sistem imun yang terus melemah membuat ODHA rentan terhadap berbagai infeksi virus. Namun, penelitian menemukan bahwa olahraga dengan intensitas rendah sampai sedang justru dapat membantu para ODHA terhindar dari berbagai risiko infeksi virus lainnya.

Pilihlah jenis olahraga yang Anda sukai, entah itu yoga, berlari, bersepeda, berenang, atau bahkan sekadar jalan kaki. Melakukan sesuatu hal yang memang Anda sukai dapat mendorong Anda untuk tetap melakukannya, termasuk dalam urusan olahraga.

Kurangi risiko penularan kepada orang lain

HIV menyebar melalui cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi HIV seperti darah, air mani (yang mengandung sperma), cairan praejakulasi, cairan rektum, cairan vagina, dan ASI.

Nah, ODHA harus melindungi orang-orang di sekelilingnya, termasuk teman kerja, dari penyebaran HIV. Dengan begitu, orang-orang di sekitar bisa menghargai Anda dan membuat Anda lebih percaya diri serta berpikir lebih positif.

Melakukan hubungan seksual aman dengan menggunakan kondom juga termasuk tindakan pencegahan HIV yang bisa dilakukan penderita HIV.

Tidak hanya mencegah penularan virus HIV kepada orang lain. Cara ini juga bisa dilakukan untuk melindungi Anda dan pasangan dari infeksi penyakit menular seksual lainnya.

Berhenti merokok

Efek rokok pada tubuh penderita HIV bisa dua kali lebih berbahaya. Itu kenapa berhenti merokok dapat membantu ODHA hidup lebih sehat dan merasa lebih baik, entah itu secara fisik maupun emosional.

Bonusnya, berhenti merokok juga akan membantu mencegah sejumlah masalah kesehatan dan mengurangi penyakit kronis di kemudian hari, seperti serangan jantung dan stroke.

Mengelola stres dengan baik

Orang dengan HIV rentan mengalami depresi entah karena efek samping dari obat-obatan maupun stigma negatif yang mereka terima dari masyarakat. Maka dari itu, menghindari stres merupakan kunci utama untuk menjaga supaya pikiran dan fisik Anda tetap sehat.

Ada banyak cara untuk mengelola stres pada ODHA, mulai dari meditasi, belajar teknik pernapasan dalam, serta melakukan berbagai hal yang Anda sukai. Sementara ketika berada dalam fase terendah hidup, penderita HIV bisa mencoba tetap berpikir positif dan percaya bahwa semuanya pasti bisa terlewati.

ODHA tak perlu sungkan untuk curhat dengan keluarga, kerabat, pasangan, atau sahabat terdekat. Jika penderita AIDS atau HIV merasa tidak tahan dengan tekanan yang sedang dihadapi, Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter atau psikolog terdekat.

Jika penderita HIV menghadapi masalah yang cukup berat di kantor, pastikan mampu mengelola emosi dengan baik. Mintalah bantuan rekan kerja yang Anda percayai atau minta pendapat dari atasan Anda.

Ada baiknya untuk berterus terang mengenai penyakit HIV yang diderita. Pasalnya, menutupi status HIV justru cenderung mengarah pada diskriminasi terhadap ODHA di tempat kerja.

Sebaliknya, mengungkapkan status Anda sebagai ODHA bisa menjadi salah satu cara untuk menjamin perlindungan di tempat kerja Anda dari diskriminasi dan perlakuan yang tidak adil.

Cuci tangan dan vaksinasi

HIV membuat sistem kekebalan tubuh ODHA menurun. Akibatnya, tubuh penderita HIV jadi lebih rentan terhadap paparan virus, bakteri, dan kuman. Guna menghindari paparan kuman ini, pastikan ODHA membiasakan diri untuk mencuci tangan sesering mungkin. Terutama sebelum makan dan setelah buang air besar maupun air kecil.

ODHA juga perlu menghindari orang-orang yang sedang sakit, misalnya terkena flu. Jika keadaan mendesak, gunakan masker sebagai perlindungan pertama jika Anda ingin berkomunikasi dengan orang yang sakit.

Selain itu, lakukanlah vaksinasi untuk mencegah berbagai penyakit. Namun, ODHA perlu untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu jika ingin melakukan vaksinasi.

Oleh : Risky Candra Swari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: