Tips Merawat Penderita HIV

Merawat penderita HIV bukanlah sesuatu yang mudah, baik secara fisik maupun mental. Anda memerlukan banyak usaha untuk membantu mereka mengatasi gejolak emosinya dan sekaligus juga perasaan Anda terhadap rasa takut pada penyebaran HIV. Dengan beberapa tips berikut, Anda dapat merawat bukan hanya pasien HIV, namun diri Anda sendiri.

Tips Merawat Penderita HIV

Pelajari tentang HIV

Untuk merawat penderita HIV, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah untuk memahami benar tentang HIV agar bisa menjadi perawat yang baik dan melindungi diri Anda sendiri. Anda harus mulai melupakan rasa takut saat Anda berada di dekat pasien. Untuk merawat pasien, Anda harus mempelajari sejumlah fakta HIV. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari organisasi terkemuka seperti Red Cross, Visiting Nurse Association, organisasi pelayanan HIV/AIDS, departemen kesehatan daerah, atau lembaga bantuan masyarakat di sekitar wilayah Anda yang dapat membantu dalam kasus-kasus khusus. Namun, Anda perlu memilah forum atau situs yang telah diverifikasi oleh para ahli. Apabila Anda sudah memperkaya diri sendiri dengan informasi seputar HIV, Anda dapat mengatasi segala situasi dengan mudah.

Ajak curhat, namun jangan memaksa

Jangan takut untuk berbicara dengan pasien mengenai penyakitnya. Bicaralah dan ajak mereka berbagi agar Anda dapat mengerti kondisi mereka. Berada di dekat pasien untuk bisa mengetahui lebih banyak tentang status kesehatan mereka sejauh ini dan juga perasaan mereka. Dengan cara ini, Anda dapat menemukan lebih banyak cara berbeda untuk membantu mereka. Apabila topik obrolan membuat pasien HIV merasa tidak nyaman, ganti topik. Kadang, duduk bersama dalam diam dan menikmati suasana juga merupakan cara yang baik untuk menunjukkan empati.

Cukupi kebutuhan nutrisinya

Kondisi kesehatan penderita HIV sama sekali tidak baik. Pasien perlu mengonsumsi lebih banyak makanan sehat untuk berlangsungnya aktivitas tubuh. Penyakit juga tidak dapat membaik tanpa makanan sehat yang cukup. Pola makan sehat yang kaya akan nutrisi dan gizi, serat dan cairan merupakan hal yang terpenting bagi pasien. Maka, lebih baik untuk lebih dulu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan pola makan yang tepat untuk pasien HIV.

Diperlukan juga perhatian khusus dalam mempersiapkan makanan untuk pasien HIV, dengan keamanan dan kebersihan makanan sebagai faktor utama. Pastikan tangan, peralatan masak, dan permukaan untuk menyiapkan makanan selalu bersih dan steril. Cuci semua buah dan sayuran segar, daging, serta batasi asupan hidangan laut yang belum dimasak, telur mentah, makanan yang berlemak, digoreng atau pedas. Apabila pasien mengalami gejala-gejala seperti mual atau muntah, bawa ke dokter untuk pengobatan.

Minta bantuan

Jika Anda tidak dapat mengatasi suatu situasi sebatang kara, atau Anda tidak yakin dengan keamanan diri Anda saat membantu penderita HIV, Anda harus menghubungi dokter sebagai perlindungan diri Anda sendiri. Ingatlah bahwa HIV merupakan penyakit menular, jika Anda tidak hati-hati, Anda dapat tertular dari pasien.

Orang di sekitar Anda dan dokter akan memberi Anda bantuan. Bantuan di dalam rumah sangatlah penting. Semakin banyak yang membantu, semakin Anda terlindungi dengan lebih baik

Jaga kesehatan Anda

Anda tidak dapat merawat seseorang jika tidak memiliki tubuh yang sehat. Anda harus menjaga kesehatan Anda sendiri untuk mencegah kelelahan. Untuk merawat pasien HIV dengan lebih baik, Anda juga harus mendapatkan istirahat yang cukup. Berolahraga dapat membantu Anda merilekskan pikiran dan otot, serta memperkuat sistem imun Anda. Di samping menjadi seorang perawat seseorang yang berkebutuhan khusus, Anda juga perlu mengambil waktu “cuti” untuk memanjakan diri sendiri. Jangan lewatkan hobi Anda. Merawat orang lain adalah sebuah pekerjaan sulit dan dapat menimbulkan stress, sehingga Anda perlu menikmati kehidupan Anda sendiri dan merawat kesehatan tubuh sendiri dengan baik.

Sebagai perawat pasien HIV, tugas sehari-hari Anda adalah membantu mereka melawan penyakit, serta mengubah cara pandang mereka jadi lebih positif terhadap kehidupan. Kapanpun Anda merasa takut, khawatir, gelisah atau stress, bicarakan dengan dokter atau orang lain agar Anda dapat sesegera mungkin mengatasi emosi negatif yang meyelimuti Anda, dan kembali merawat pasien HIV dengan sebaik mungkin.

Sumber : Hellosehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: