Hambatan Seseorang Wirausahawan

Ada beberapa hambatan yang seringkali menghalangi langkah anda untuk menjadi seorang wirausahawan :

1. Modal
Setiap bisnis memerlukan investasi. Modal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha dan strategi mempertahankannya sangat bergantung pada rencana bisnis. Maka jika rencananya gagal, bisnis Anda tak akan berjalan dengan baik. Anda harus siap menghadapi kerugian besar saat modal yang Anda gelontorkan tak kembali.

2. Pendapatannya tidak tetap
Dalam berbisnis, pendapatan Anda setiap bulan tidak tetap. Kadang memperoleh keuntungan besar, tapi bulan berikutnya laba yang Anda peroleh jauh lebih kecil. Guna mengamankan keuangan, Anda dapat merencanakan bisnis sampingan sambil tetap bekerja di kantor. Kerugian dari usaha sampingan tak berpengaruh besar. Jangan jadikan bisnis sebagai mata pencaharian utama. Baiknya Anda memiliki pengetauan dan gagasan yang matang sebelum memulai sebuah bisnis.

3. Tidak Ada Waktu
Ketika jadi pegawai, orang akan berpikir jadi pengusaha itu enak bisa manage waktu. Ternyata itu salah total, apalagi jika masih tahap startups. Jika kita ingin menjadi pemilik bisnis yang sukses, kuncinya adalah menguasai waktu. Startups membutuhkan pengorbanan banyak waktu dan harus bersedia menyerahkan sebagian hari-hari keluarganya untuk memulai bisnis. Percaya, silahkan coba 🙂

4. Tidak ada Keberanian
Coba gali secara dalam alasan apa saja kita untuk memulai usaha. Hambatan terbesar untuk mengatasina adalah dari tekad diri sendiri. Kadang ketakutan kegagalan sering menghinggapi para calon pengusaha. Ketakutan adalah motivator terkuat dalam masalah ini. Karena kita tahu dalam berbisnis cuma ada 2 kemungkinan saja, sukses dan gagal. Tidak ada 3 kemungkinan

5. Tak mau ambil risiko
Banyak orang yang tidak mau mengambil risiko dalam hidupnya. Berbisnis memang penuh dengan risiko. Namun, risikom tersebut dapat diminimalisasi dengan perencanaan-perencanaan yang matang.

6. Tidak ada Dukungan Keluarga
Sepertinya point ini cukup sulit untuk memulai bisnis. Kita tahu tanpa dukungan dari keluarga dan teman-teman perjuangan terasa berat. Kita perlu waktu untuk melakukan pendekatan dan menjelaskan prospek-prosperk bisnis kepada mereka.

7. Tak ada jaminan keuangan
Saat menjadi pegawai, Anda memiliki jaminan keuangan setiap bulan. Jika tak bertindak macam-macam, pekerjaan tersebut dapat terus berada dalam genggaman. Sebaliknya dalam berbisnis, Anda menghabiskan banyak uang di awal tanpa ada kepastian modalnya akan kembali. Ingat, dalam bisnis hanya ada dua pilihan, untung atau rugi.

8. Pasar Bisnis sangat bergantung pada pasar.
Anda harus pandai membaca situasi ekonomi guna menentukan strategi bisnis yang harus dilakukan. Kerugian masih bisa diprediksi tapi tetap tak ada jaminan Anda akan memperoleh untung dari usaha yang dijalankan. Kondisi pasar yang fluktuatif akan berdampak besar pada sebuah bisnis khususnya saat negara tengah mengalami resesi ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *