Tips mengatasi orang yang sakau

Berikut ini beberapa tips praktis saat menghadapi orang yang sakau karena narkoba :

> Beberapa orang menggunakan air panas di dalam botol untuk menghilangkan sakit perut atau minimal untuk membuat pengguna sedikit lebih baik. Penggunaan air panas ini hanya sebagai pertolongan pertama untuk menghilangkan sakit perut atau untuk membuat si pengguna merasa sedikit lebih baik.

Jika penderita adalah teman atau sanak family kalian, maka mandikanlah dengan air hangat, beri minum yang banyak, selanjutnya berilah makan makanan yang bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatianya dari narkoba. Bila tidak berhasil maka perlu pertolongan dokter. Pengguna harus di yakinkan bahwa gejala-gejala sakau mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang. Dan jika yang mengalami kalian sendiri, lakukanlah cara yang serupa.

> Jangan sekali-kali memberikan obat-obatan penghilang rasa sakit bagi si penderita. Pemberian obat-obatan penghilang rasa sakit sangat tidak dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat obat yang dikonsumsinya.

> Pastikan bahwa ruangan yang tersedia untuk pengguna adalah tempat yang tenang dan nyaman. Ketenangan dan kenyamanan akan membuat pengguna merasa rileks dan mampu berfikir jernih. Keadaan ini akan membantu dalam pemulihannya.

> Sediakan majalah untuk di baca atau televisi untuk dilihat atau radio untuk didengar bila pengguna tidak dapat tidur. Sebagai hiburan dapat juga disediakan majalah, televisi, atau radio. Dengan itu semua lama kelamaan pengguna akan dapat tidur tanpa konsumsi obat tidur.

> Segera cari atau panggil tenaga profesional/dokter/terapis untuk membantu anda menolong teman anda tersebut. Pertolongan tenaga profesional/dokter/terapis sangat diperlukan oleh pengguna apabila dia sedang mengalami sakau.

 

Detoksifikasi

Langkah mengobati pecandu narkoba selanjunya yang perlu dilakukan adalah detoksifikasi. Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif yang dipakai atau dengan penurunan dosis obat pengganti. Detoksifikasi ini bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu, hinngga hasil tes urin menjadi negative dari zat adiktif.

 

Rehabilitasi

Setelah menjalani proses detoksifikasi dengan tuntas ( tes urin sudah negative), mungkin tubuh secara fisik memang sudah tidak ketagihan lagi, namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Dengan demikian sangat rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi. Oleh sebab itu, setelah detoksifikasi perlu juga dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu, misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi.

Pusat rehabilitasi cukup bagus untuk menangani hal ini. disana ada beberapa program yang akan dilakukan sebagai upaya penyembuhan, diantaranya adalah program belajar kembali keterampilan untuk mengatasi craving, stress, kekhawatiran (anxiety) problem, meningkatkan motivasi, menentukan rencana hidup jangka pendek, menengah dan panjang. Banyak sekali pusat rehabilitasi di Indonesia yang bisa di manfaatkan. Baik yang berbentuk lembaga, yayasan social atau yayasan pendidikan pondok pesantren.

Setelah mengetahui tips-tips agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba diharapkan kita mampu menjaga diri kita, keluarga kita, teman-teman kita dan yang lebih utama generasi muda penerus bangsa agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: