Kamu Dibully di Tempat Kerja? Balas Aksinya Pakai 5 Cara ini

Tindakan bullying tidak akan selesai jika kita berdiam diri saja. Kini bullying menjadi isu penting di Indonesia. Tidak memandang kalangan anak-anak, remaja ataupun dewasa. Banyak kasus dan berita yang mengabarkan marak terjadinya bullying. Memang tidak bisa dihindari, tindakan bullying juga kerap terjadi di lingkungan tempat kerja. Apakah kamu mengalaminya? Jangan biarkan diri kamu merasa tertekan. Lakukan beberapa tips ini untuk mencegah dan menghindari agar bullying tidak berangsur berkepanjangan!

Tetapkan batas toleransi kamu terhadap kelakuan si pengganggu

Orang yang melakukan tindakan bullying atau si pengganggu, tidak akan berhenti atau pergi menjauh begitu saja. Jika kamu membiarkan diri sebagai sasaran empuk si pengganggu, maka itu akan membuatnya semakin semangat untuk mem-bully kamu.

Memang karakteristik orang berbeda-beda. Seseorang berperilaku menjengkelkan itu bisa karena memang pembawaan dan wataknya seperti itu, atau karena ada rencana lain untuk membuat jengkel seseorang. Hal kecil ini sangat penting kamu lakukan.. Jika tidak bisa menetapkan batas toleransi terhadap perilaku rekan kerja, maka akan sulit ke depannya untuk mencegah tindakan bullying.

Latih keberanian diri sendiri untuk menghadapi si pengganggu

Menghadapi rekan kerja yang sering mengganggu mungkin adalah sesuatu hal yang berat. Namun, jika kamu hanya diam saja ketika si pengganggu membuatmu tidak nyaman bekerja, hal tersebut hanya akan membuat kamu merasa tertekan di tempat kerja.
Setelah mengetahui perilaku apa yang tidak bisa kamu terima dari si pengganggu, latih keberanian dengan menyampaikan hal tersebut kepada si pengganggu. Agar si pengganggu menyadari bahwa perilakunya tidak bisa ditolerir.

Contohnya, kamu kurang bisa menerima perilaku rekan kerja yang tiba-tiba mengintipmu dari bilik kerja. Sampaikan hal tersebut kepada si pelaku. Jangan hanya memberikan respon yang kurang enak terhadap si pengganggu. Tapi berikan juga pernyataan bahwa kamu tidak bisa diperlakukan seperti itu. Sampaikan dengan pembawaan diri yang tegas namun tetap sopan, agar si pengganggu sadar bahwa kamu bukanlah orang yang dapat dijadikan target sasarannya.

 

Dokumentasikan tindakan si pengganggu

\Kapan pun kamu merasa diganggu oleh rekan kerja yang perilakunya tak sesuai atau di luar dari kewajaran pekerjaan, segera catat dan pahami betul kapan dan di mana tindakan tersebut dilakukan. Bila perlu catat secara detail tindakannya. Jika ada rekan kerja lain yang melihat tindakan tersebut, bisa juga kamu jadikan mereka sebagai saksi tindakan bullying si pengganggu.

Lebih mudah lagi apabila kamu bisa mendokumentasikan tindakan bullying tersebut dalam bentuk foto atau video. Hasil dokumentasi ini akan menjadi informasi yang berguna apabila kamu akan menyelesaikan masalah bullying ini dengan meminta bantuan pada pihak lain. Tindakan bullying tidak hanya terjadi pada saat si pengganggu dan targetnya bertatap muka atau berinteraksi secara langsung.

Bullying juga bisa melalui e-mail, sms, ataupun pesan dalam bentuk lainnya. Sebisa mungkin kamu dokumentasikan tindakan-tindakan tersebut. Rekan kerja yang mulai mengusikmu tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga bisa menggeser kesuksesan kamu di tempat kerja.

Rekan kerja lainnya juga menjadi sasaran si pengganggu

Perhatikan sekitar tempat kerja. Apakah si pengganggu juga melakukan hal “menjengkelkan” tersebut pada rekan kerja lainnya selain kamu? Kamu juga bisa mendokumentasikannya apabila menemukan si pengganggu juga berusaha mengusik atau mem-bully rekan kerja lain. Tapi jika merasa bahwa hanya kamu yang diganggu, mulailah ceritakan tindakan bullying tersebut kepada rekan kerja terdekatmu.

Karena bisa jadi rekan kerja lainnya juga menjadi sasaran empuk dari si pengganggu. Si pengganggu akan melakukan tindakannya apabila suasana di tempat kerjanya mendukung. Dengan menceritakan tindakan yang kamu alami pada rekan kerja, mereka akan berhati-hati dengan lebih mengawasi si pengganggu tersebut. Mereka juga bisa dijadikan saksi dari tindakan bullying si pengganggu.

Beritahu atasan dan pihak manajemen atas kejadian tersebut

Mungkin kamu sudah melakukan langkah-langkah di atas, namun si pengganggu tidak kunjung sadar atau bahkan makin mengganggumu. Sudah waktunya kamu mendapatkan bantuan yang nyata dari pihak perusahaan. Pergi dan temui atasan atau pihak manajemen untuk menceritakan bahwa kamu menjadi korban bullying di tempat kerja.

Bawa bukti-bukti yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Jika hanya menyimpan masalah ini sendiri, maka kamu akan selalu dihantui rasa tertekan dan ketakutan. Sehingga membuat kinerjamu menurun. Akibatnya, pihak manajemen atau atasan melihat keprofesionalanmu perlu dipertanyakan. Tidak perlu takut atas solusi yang nantinya diberikan oleh atasan atau pihak manajemen, selama kamu merasa benar.

Mungkin kamu merasa tidak enak hati apabila nantinya si pengganggu akan diberikan SP, dikurangi tanggung jawab pekerjaannya, atau bahkan menyuruhnya untuk mencari pekerjaan baru. Hal-hal tersebut sudah menjadi risiko si pengganggu dan dapat menjadikannya pelajaran. Tidak ada lagi yang menghalangimu untuk terus berkarier dengan baik di tempat kerja.

Sumber : Risca Septi W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: